Fenomena pria jarang periksa kesehatan terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia. Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pria lebih jarang memanfaatkan layanan kesehatan dibandingkan wanita. Akibatnya, banyak penyakit baru diketahui ketika kondisinya sudah berkembang.
Ada beberapa alasan yang paling sering muncul.
- Merasa tubuh masih sehat.
- Tidak memiliki waktu karena pekerjaan.
- Takut mengetahui hasil pemeriksaan.
- Menganggap keluhan akan hilang sendiri.
- Kurang memahami manfaat pemeriksaan rutin.
Namun, anggapan tersebut sering kali tidak tepat. Sebab, pemeriksaan kesehatan bertujuan menemukan gangguan sejak dini sebelum gejala muncul.
Anggapan “Saya Masih Sehat” yang Sering Menyesatkan
Banyak penyakit berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Misalnya, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit ginjal sering tidak menimbulkan keluhan.
Akibatnya, seseorang merasa tubuhnya baik-baik saja. Padahal, penyakit bisa terus berkembang tanpa disadari. Oleh karena itu, pemeriksaan berkala membantu mengetahui kondisi tubuh lebih cepat.
Pria Jarang Periksa Kesehatan Karena Sibuk Bekerja
Kesibukan menjadi alasan yang sangat umum. Selain itu, banyak pria memilih menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu daripada memeriksa kesehatannya.
Mereka sering menunda pemeriksaan karena:
- Jadwal padat.
- Sulit mengambil cuti.
- Merasa tidak memiliki keluhan.
- Menganggap pemeriksaan membutuhkan waktu lama.
Namun, banyak klinik kini menyediakan layanan yang cepat dan praktis. Bahkan, beberapa pemeriksaan dasar hanya membutuhkan waktu singkat. Karena itu, kesibukan tidak seharusnya menghalangi seseorang menjaga kesehatannya.
Takut Mendengar Hasil Pemeriksaan
Sebagian pria menghindari pemeriksaan karena khawatir menerima diagnosis penyakit. Meskipun demikian, mengetahui kondisi kesehatan lebih awal justru memberi keuntungan yang lebih besar.
Deteksi dini memberikan peluang untuk:
- Menjalani pengobatan lebih cepat.
- Mengeluarkan biaya yang lebih rendah.
- Mengurangi risiko komplikasi.
- Meningkatkan peluang pemulihan.
Dengan demikian, pemeriksaan rutin menjadi langkah yang jauh lebih bijak daripada menunggu gejala muncul.
Risiko Jika Pria Jarang Periksa Kesehatan
Mengabaikan pemeriksaan kesehatan dapat menimbulkan berbagai risiko.
- Penyakit terlambat diketahui.
- Pengobatan menjadi lebih sulit.
- Risiko komplikasi meningkat.
- Biaya perawatan lebih mahal.
- Kualitas hidup menurun.
Selain itu, beberapa penyakit kronis berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Akibatnya, banyak orang baru menyadari kondisinya ketika penyakit sudah memasuki tahap yang lebih berat. Oleh sebab itu, pemeriksaan rutin sangat penting.
Pemeriksaan Apa Saja yang Sebaiknya Dilakukan?
Pemeriksaan Tekanan Darah
Tekanan darah tinggi sering dikenal sebagai silent killer. Karena itu, lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala agar Anda dapat mengenali hipertensi sejak dini.
Pemeriksaan Gula Darah
Diabetes sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, periksa kadar gula darah secara rutin untuk mengetahui risikonya lebih cepat.
Pemeriksaan Kolesterol
Kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Selain itu, kadar kolesterol yang tinggi sering tidak menimbulkan gejala. Karena itu, lakukan pemeriksaan secara berkala.
Pemeriksaan Berat Badan dan Lingkar Perut
Obesitas berkaitan erat dengan berbagai penyakit metabolik. Dengan demikian, mengukur berat badan dan lingkar perut secara rutin membantu memantau kondisi kesehatan.
Pemeriksaan Fungsi Organ
Dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan sesuai usia, riwayat keluarga, dan kondisi kesehatan.
Contohnya meliputi:
- Pemeriksaan fungsi hati.
- Pemeriksaan fungsi ginjal.
- Pemeriksaan jantung.
- Pemeriksaan prostat sesuai indikasi.
- Pemeriksaan mata.
Kapan Waktu Terbaik Memulai Pemeriksaan?
Semakin dini, semakin baik. Oleh karena itu, jangan menunggu sampai muncul keluhan.
Secara umum, lakukan pemeriksaan:
- Setahun sekali untuk pemeriksaan dasar.
- Lebih sering jika memiliki penyakit kronis.
- Sesuai anjuran dokter apabila memiliki faktor risiko tertentu.
Selain itu, pria yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, diabetes, atau hipertensi perlu lebih rutin menjalani pemeriksaan.
Cara Membiasakan Pemeriksaan Kesehatan
Membangun kebiasaan baru memang membutuhkan waktu. Namun, Anda bisa memulainya dengan langkah sederhana.
- Tandai jadwal pemeriksaan di kalender.
- Jadikan ulang tahun sebagai pengingat pemeriksaan.
- Ajak pasangan atau keluarga.
- Pilih fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau.
- Simpan hasil pemeriksaan setiap tahun.
Dengan cara tersebut, pemeriksaan kesehatan akan menjadi bagian dari rutinitas.
Peran Keluarga Sangat Penting
Dukungan keluarga sering menjadi motivasi terbesar. Misalnya, pasangan dapat mengingatkan jadwal pemeriksaan secara berkala.
Selain itu, anak-anak juga menjadi alasan kuat bagi seorang ayah untuk menjaga kesehatannya. Bahkan, perusahaan dapat mendukung karyawan melalui program pemeriksaan kesehatan rutin.
Menjalani Gaya Hidup Sehat Tidak Cukup Tanpa Pemeriksaan
Olahraga, makan bergizi, dan tidur cukup memang sangat penting. Namun, kebiasaan tersebut belum cukup tanpa pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Pemeriksaan membantu memastikan kondisi tubuh tetap baik. Dengan demikian, dokter dapat menemukan perubahan kesehatan lebih awal sehingga penanganan bisa segera dimulai.
Kesimpulan
Alasan pria jarang periksa kesehatan sangat beragam. Namun, kesibukan, rasa takut, dan anggapan tubuh masih sehat menjadi penyebab yang paling sering muncul.
Oleh karena itu, mulailah menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai kebiasaan setiap tahun. Selain menjaga kesehatan diri sendiri, Anda juga melindungi keluarga. Selanjutnya, baca artikel kesehatan lainnya di website kami dan temukan berbagai rekomendasi produk yang mendukung gaya hidup sehat.
Baca juga: [Tanda-Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Tidak Disadari]

